Apa Itu Bored Pile dan Bagaimana Cara Menyusun Jadwalnya?

Bored pile adalah jenis pondasi dalam yang dibuat dengan cara mengebor tanah sampai kedalaman rencana, kemudian memasang tulangan dan mengecor beton di dalam lubang bor tersebut. Berbeda dengan tiang pancang yang dipukul atau ditekan ke dalam tanah, bored pile dibuat langsung di lokasi dengan metode pengeboran.

Dalam pekerjaan konstruksi besar seperti jalan layang, jembatan, gedung tinggi, stasiun, dan struktur transportasi, bored pile banyak digunakan karena mampu menyalurkan beban struktur ke lapisan tanah keras di kedalaman tertentu. Bored pile merupakan pondasi yang dibuat dengan pengeboran sampai kedalaman tertentu, kemudian dilanjutkan dengan pemasangan besi tulangan dan pengecoran beton.

Secara sederhana, urutan utama bored pile adalah:

  1. Menentukan titik bor.
  2. Mengebor tanah sampai kedalaman desain.
  3. Menjaga stabilitas lubang dengan casing atau slurry bila diperlukan.
  4. Membersihkan lubang bor.
  5. Memasang tulangan.
  6. Mengecor beton menggunakan tremie pipe.
  7. Melakukan pencabutan casing, backfill, pembersihan, dan pengujian.

Fungsi Bored Pile

Bored pile berfungsi sebagai elemen pondasi yang memindahkan beban struktur atas ke tanah keras atau lapisan tanah yang memiliki daya dukung cukup. Pondasi ini umum digunakan ketika pondasi dangkal tidak mampu menahan beban struktur.

Fungsi utama bored pile antara lain:

FungsiPenjelasan
Menahan beban vertikalMenyalurkan beban struktur ke lapisan tanah yang lebih kuat
Menahan beban lateralMembantu struktur menahan gaya horizontal, misalnya dari gempa, angin, atau beban lalu lintas
Mengurangi penurunan strukturMengontrol settlement agar tidak melebihi batas desain
Cocok untuk area terbatasLebih fleksibel digunakan pada area perkotaan atau lokasi dengan akses terbatas
Mengurangi getaranTidak menimbulkan getaran besar seperti pekerjaan tiang pancang

Tahapan Pekerjaan Bored Pile

Pekerjaan bored pile perlu disusun berdasarkan urutan kerja yang benar yang biasanya mengacu pada metode kerja. Beberapa urutan pekerjaan yang perlu dijalankan untuk aktifitas bored pile, seperti:

a. Persiapan Dokumen dan Izin Kerja

Sebelum pekerjaan fisik dimulai, tim proyek perlu memastikan bahwa gambar kerja, method statement, inspection test plan, permit to work, dan dokumen HSE sudah disetujui.

Aktivitas yang umum dimasukkan ke schedule:

AktivitasOutput
Review drawing dan shop drawingGambar kerja siap digunakan
Review method statement dan ITPMetode kerja dan inspeksi disetujui
Permit to workIzin kerja aktif
Toolbox meetingPekerja memahami risiko dan metode kerja

b. Mobilisasi Alat, Material, dan Tenaga Kerja

Setelah dokumen siap, alat utama seperti drilling rig, crane, excavator, temporary casing, tremie pipe, dan material tulangan dimobilisasi ke lokasi.

Contoh resource:

ResourceFungsi
Drilling rigPengeboran lubang bored pile
Crawler craneLifting casing, rebar cage, dan tremie
ExcavatorPersiapan area, backfill, dan housekeeping
Truck mixerPengiriman beton ready mix
SurveyorSetting out dan as-built survey
QC InspectorPemeriksaan kualitas pekerjaan
HSE OfficerPengawasan keselamatan kerja

c. Setting Out Titik Bor

Surveyor menentukan koordinat titik bor berdasarkan drawing. Posisi ini harus dicek dan disetujui sebelum alat bor ditempatkan. Tahapan setting out mencakup penentuan titik pengeboran dengan koordinat dan alat survey.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Setting out titik bor2 jam
Inspection titik bor1 jam

d. Positioning Drilling Rig

Drilling rig diposisikan tepat di atas titik bor. Pada tahap ini perlu dicek verticality, level alat, dan akses kerja.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Positioning drilling rig2 jam
Check alignment dan verticality rig1 jam

e. Initial Drilling dan Temporary Casing

Pengeboran awal dilakukan untuk membuka lubang. Bila tanah bagian atas tidak stabil, temporary casing dipasang untuk menjaga lubang tidak longsor. Temporary casing digunakan untuk menjaga stabilitas lubang pada bagian atas selama proses pengeboran.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Initial drilling / preboring4 jam
Install temporary casing4 jam
Check casing position1 jam

f. Main Drilling

Main drilling adalah pengeboran utama sampai kedalaman rencana. Durasi aktivitas ini sangat dipengaruhi oleh diameter pile, kedalaman, jenis tanah, kapasitas rig, metode slurry, dan kondisi lapangan. Dalam contoh ini, diameter dan kedalaman bored pile hanya digunakan sebagai asumsi. Pada proyek aktual, nilai tersebut harus mengikuti gambar desain, data tanah, dan spesifikasi teknis proyek.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Main drilling to design depth16–24 jam
Borehole checking2 jam
Final cleaning3 jam

g. Instalasi Tulangan

Setelah lubang bor selesai dan bersih, reinforcement cage dipasang menggunakan crane. Sambungan antar section tulangan dapat dilakukan bila cage terlalu panjang untuk diangkat sekaligus.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Prepare rebar cageBisa dibuat paralel sebelum drilling selesai
Lift and install reinforcement cage4 jam
Inspection reinforcement cage1 jam

h. Instalasi Tremie Pipe dan Pengecoran

Tremie pipe dipasang sampai dekat dasar lubang. Tujuan utamanya adalah agar pengecoran beton bored pile berlangsung kontinu, terkendali, dan tidak tercampur dengan air tanah, lumpur, slurry, atau material kotoran di dalam lubang bor. Beton kemudian dicor secara kontinu agar tidak terjadi segregasi dan agar kualitas beton tetap terjaga.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Install tremie pipe2 jam
Concrete casting6–8 jam
Concrete sampling dan slump testParalel saat pengecoran

i. Cabut Casing, Backfill, dan Housekeeping

Setelah pengecoran, temporary casing dicabut, area dirapikan, dan lubang atau area sekitar ditutup sesuai kebutuhan.

Aktivitas schedule:

AktivitasDurasi contoh
Extract temporary casing3 jam
Backfill and housekeeping3 jam
As-built survey and record2 jam

j. Testing dan Dokumentasi

Beberapa pengujian bored pile dapat dilakukan sesuai requirement proyek, seperti PIT, CSL, PDA Test, atau Static Load Test. Pengujian seperti Static Load Test, PDA, CSL, dan PIT sebagai bagian dari kontrol mutu bored pile.

Aktivitas schedule:

AktivitasKeterangan
PIT TestUntuk memeriksa integritas pile
CSL TestUntuk memeriksa kualitas beton di dalam pile
PDA TestUntuk mengevaluasi kapasitas dinamis pile
Static Load TestUntuk mengevaluasi kapasitas aktual pile
QA/QC documentation closeoutKompilasi hasil inspection dan test

Cara Menyusun Jadwal Bored Pile

Penyusunan jadwal bored pile sebaiknya dilakukan dengan pendekatan metode kerja + logika relasi + resource. Berikut langkah praktisnya.

Langkah 1: Tentukan WBS

WBS membantu schedule lebih rapi dan mudah dibaca. Untuk pekerjaan bored pile, WBS dapat dibuat seperti berikut:

WBSIsi Aktivitas
1. Preparation and ApprovalDrawing, method statement, ITP, permit
2. Mobilization and Site PreparationMobilisasi alat, material, dan crew
3. Setting Out and Rig PositioningSurvey, marking, positioning rig
4. Drilling and CasingInitial drilling, casing, main drilling, cleaning
5. Reinforcement and CastingRebar cage, tremie, concrete casting
6. Backfill and CloseoutCasing extraction, backfill, as-built
7. Testing and DocumentationPIT, CSL, PDA, load test, report

Langkah 2: Buat Start dan Finish Milestone

Schedule harus memiliki penanda awal dan akhir yang jelas.

MilestoneFungsi
Start MilestoneMenandai dimulainya pekerjaan bored pile
Finish MilestoneMenandai selesainya seluruh pekerjaan bored pile

Pada schedule yang sesuai standard internasional, Start Milestone tidak punya predecessor, dan Finish Milestone tidak punya successor namun aktivitas lain sebaiknya punya predecessor dan successor.

Langkah 3: Susun Aktivitas Utama

Contoh aktivitas bored pile untuk 1 titik bor:

IDAktivitasDurasi Contoh
BP-001Start Milestone0 jam
BP-002Review drawing, method statement, ITP, permit4 jam
BP-003Mobilisasi rig, crane, material, dan crew8 jam
BP-004Setting out titik bor2 jam
BP-005Persiapan platform dan akses kerja4 jam
BP-006Positioning drilling rig2 jam
BP-007Initial drilling / preboring4 jam
BP-008Install temporary casing4 jam
BP-009Main drilling to design depth16–24 jam
BP-010Check verticality, depth, dan borehole condition2 jam
BP-011Final cleaning3 jam
BP-012Install reinforcement cage4 jam
BP-013Install tremie pipe2 jam
BP-014Concrete casting6–8 jam
BP-015Extract temporary casing3 jam
BP-016Backfill dan housekeeping3 jam
BP-017As-built survey dan record data2 jam
BP-018Curing / waiting periodSesuai spesifikasi
BP-019PIT / CSL / PDA / Static Load TestSesuai ITP
BP-020QA/QC documentation closeout4 jam
BP-021Finish Milestone0 jam

Langkah 4: Buat Relasi Antar Aktivitas

Untuk bored pile 1 titik, relasi paling umum adalah Finish-to-Start (FS) karena aktivitas berikutnya biasanya tidak dapat dimulai sebelum aktivitas sebelumnya selesai.

Contoh relasi:

PredecessorSuccessorRelasi
Start MilestoneReview drawing / permitFS
Review drawing / permitMobilisasiFS
MobilisasiSetting outFS
Setting outPersiapan platformFS
Persiapan platformPositioning rigFS
Positioning rigInitial drillingFS
Initial drillingInstall casingFS
Install casingMain drillingFS
Main drillingBorehole checkingFS
Borehole checkingFinal cleaningFS
Final cleaningInstall reinforcement cageFS
Install reinforcement cageInstall tremie pipeFS
Install tremie pipeConcrete castingFS
Concrete castingExtract casingFS
Extract casingBackfill and housekeepingFS
Backfill and housekeepingAs-built surveyFS
As-built surveyTesting / documentationFS
Documentation closeoutFinish MilestoneFS

Untuk beberapa titik bored pile, relasi dapat dibuat lebih realistis dengan mempertimbangkan jumlah rig, jumlah crew, urutan area, larangan mengebor titik bersebelahan, dan kapasitas supply beton.

Langkah 5: Masukkan Resource

Resource membuat schedule lebih lengkap karena menunjukkan kebutuhan tenaga kerja, alat, dan material.

Contoh Manpower

ResourceAktivitas
Site EngineerReview, koordinasi, record
SupervisorPengawasan pekerjaan lapangan
SurveyorSetting out dan as-built
QA/QC InspectorInspection, testing, dokumentasi
HSE OfficerPermit, toolbox meeting, safety control
Operator RigDrilling
Operator CraneLifting casing, rebar, tremie
RiggerLifting activity
Worker / HelperSupport pekerjaan lapangan

Contoh Equipment

EquipmentAktivitas
Drilling RigDrilling, cleaning
Crawler CraneLifting casing, rebar cage, tremie
ExcavatorPlatform, backfill, housekeeping
Truck MixerConcrete casting
Total StationSetting out dan as-built
Temporary CasingStabilitas lubang
Tremie PipePengecoran
Slurry Test EquipmentPemeriksaan slurry
PIT / CSL / PDA EquipmentTesting pile

Contoh Material

MaterialAktivitas
Ready Mix ConcretePengecoran
Reinforcement CageInstalasi tulangan
Slurry Polymer / BentoniteStabilitas lubang bila diperlukan
Temporary CasingCasing installation
Backfill MaterialBackfill setelah casing dicabut

Langkah 6: Tentukan Calendar

Pemilihan calendar sangat penting. Jika pekerjaan bored pile direncanakan berlangsung terus-menerus, misalnya dengan sistem shift, dapat digunakan calendar 24 jam kerja.

Namun, bila ada batasan seperti jam kerja lingkungan, izin kebisingan, jam supply beton, atau jam operasi alat berat, calendar harus menyesuaikan kondisi tersebut.

Contoh:

KondisiCalendar yang Cocok
Pekerjaan berjalan 24 jam24 Hours Calendar
Pekerjaan hanya siang hariDay Shift Calendar
Pekerjaan malam karena traffic managementNight Shift Calendar
Vendor testing hanya kerja Senin–SabtuVendor Calendar

Langkah 7: Pilih Activity Type yang Tepat

Untuk schedule bored pile, activity type yang paling umum adalah Task Dependent. Artinya, tanggal aktivitas dihitung berdasarkan activity calendar.

Resource Dependent hanya diperlukan bila jadwal ingin dikendalikan oleh kalender resource. Misalnya drilling rig hanya tersedia pada shift tertentu, vendor PDA hanya tersedia hari tertentu, atau batching plant hanya melayani supply beton pada jam tertentu.

Pilihan disesuaikan dengan kondisi:

KondisiActivity Type
Aktivitas mengikuti calendar proyekTask Dependent
Aktivitas mengikuti calendar resourceResource Dependent
Aktivitas merangkum WBSWBS Summary
Aktivitas support sepanjang periode kerjaLevel of Effort
Penanda mulaiStart Milestone
Penanda selesaiFinish Milestone

Contoh Jadwal Ringkas Bored Pile 1 Titik

Berikut contoh ringkas jadwal bored pile 1 titik dengan calendar 24 jam:

No.AktivitasDurasiResource Utama
1Start Milestone0 jam
2Review dokumen dan permit4 jamEngineer, HSE, QA/QC
3Mobilisasi rig, crane, material, crew8 jamRig, Crane, Trailer, Crew
4Setting out titik bor2 jamSurveyor, Total Station
5Persiapan platform4 jamExcavator, Worker
6Positioning drilling rig2 jamRig, Operator, Supervisor
7Initial drilling4 jamRig, Operator
8Install temporary casing4 jamCrane, Casing, Rigger
9Main drilling24 jamRig, Operator, Slurry Crew
10Borehole checking dan final cleaning5 jamQC, Supervisor, Rig
11Install reinforcement cage4 jamCrane, Rebar Cage, Rigger
12Install tremie pipe2 jamTremie Pipe, Worker
13Concrete casting8 jamTruck Mixer, QC, Worker
14Extract casing dan backfill6 jamCrane, Excavator, Worker
15As-built survey dan record2 jamSurveyor, QA/QC
16Testing dan dokumentasiSesuai ITPTesting Vendor, QA/QC
17Finish Milestone0 jam

Kekurangan dalam Menyusun Jadwal Bored Pile

Beberapa kesalahan yang sering terjadi:

KekuranganDampak
Aktivitas tidak punya predecessor atau successorLogic schedule tidak standard
Aktivitas dibuat paralel tanpa sequenceJadwal tidak realistis
Testing tidak dimasukkanDurasi total pekerjaan terlalu optimis
Resource tidak dimasukkanKebutuhan alat dan tenaga kerja tidak terlihat
Calendar tidak sesuai kondisi lapanganTanggal start/finish tidak realistis
Tidak ada milestoneBatas awal dan akhir pekerjaan tidak jelas

Catatan: Contoh aktivitas, durasi, resource, calendar, dan relasi pada artikel ini dibuat untuk tujuan pembelajaran Primavera P6. Pada proyek aktual, schedule harus disesuaikan dengan gambar desain, method statement, ITP, kondisi tanah, kedalaman bored pile, diameter bored pile, kapasitas alat, jumlah crew, batasan jam kerja, supply beton, serta persyaratan kontrak.

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *