Hubungan Tipe Durasi di Primavera dengan Jenis Kontrak Proyek

Dalam penjadwalan proyek menggunakan Primavera P6, salah satu pengaturan yang paling penting namun sering menimbulkan kebingungan adalah Duration Type. Pengaturan ini menentukan bagaimana durasi aktivitas, jumlah jam kerja (units), dan produktivitas resource (units per time) saling memengaruhi ketika resource ditambahkan atau diubah pada suatu aktivitas.

Banyak planner memahami Duration Type hanya sebagai parameter teknis dalam software. Padahal, dalam praktik proyek, pemilihan tipe durasi juga dapat berhubungan erat dengan mekanisme pembiayaan kontrak, seperti Fixed Price Contract, Cost Reimbursement Contract, dan Time and Material Contract. Karena itu, memahami hubungan antara Duration Type dan model kontrak akan membantu planner menyusun jadwal yang lebih realistis, konsisten, dan selaras dengan biaya proyek.

Apa Itu Duration Type di Primavera P6?

Primavera P6 menyediakan empat jenis Duration Type, yaitu:

  • Fixed Duration and Units
  • Fixed Duration and Units/Time
  • Fixed Units
  • Fixed Units/Time

Masing-masing tipe memiliki logika perhitungan yang berbeda ketika jumlah resource berubah. Perbedaan ini akan sangat terasa saat planner mencoba menambah tenaga kerja, alat, atau engineer pada suatu aktivitas untuk mempercepat pekerjaan atau menyesuaikan biaya.

Agar lebih mudah dipahami, bayangkan sebuah aktivitas dengan durasi awal 5 hari. Selanjutnya, kita melihat bagaimana Primavera menghitung perubahan saat resource ditambahkan.

1. Fixed Duration and Units

Pada tipe ini, durasi aktivitas tetap dan total units juga tetap.

Misalnya, sebuah aktivitas berdurasi 5 hari dengan 1 pekerja yang bekerja 10 jam per hari. Maka total pekerjaan adalah:

10 jam × 5 hari = 50 units

Jika ditambahkan pekerja kedua, Primavera tidak akan menaikkan total pekerjaan menjadi 100 units. Sebaliknya, sistem akan membagi beban kerja yang sama ke resource yang tersedia.

Contohnya:

  • 1 pekerja → 10 jam/hari
  • 2 pekerja → masing-masing 5 jam/hari

Durasi tetap 5 hari, dan total pekerjaan tetap 50 jam.

Artinya, aktivitas ini lebih bersifat schedule-driven. Batas utamanya adalah waktu yang sudah ditentukan, bukan jumlah resource yang dialokasikan.

2. Fixed Duration and Units/Time

Pada tipe ini, durasi aktivitas tetap, tetapi produktivitas resource (units per time) tetap. Akibatnya, ketika resource tambahan dimasukkan, total units akan bertambah.

Contoh:

  • Durasi aktivitas = 5 hari
  • Produktivitas pekerja = 10 jam per hari

Jika hanya ada 1 pekerja, maka total pekerjaan adalah:

5 hari × 10 jam = 50 units

Namun jika ditambahkan pekerja kedua, masing-masing tetap bekerja 10 jam per hari. Hasilnya:

2 pekerja × 10 jam × 5 hari = 100 units

Durasi tetap 5 hari, tetapi total jam kerja meningkat. Dalam kondisi ini, penambahan resource berarti penambahan effort dan biasanya juga penambahan biaya.

3. Fixed Units

Pada tipe ini, total units tetap, sedangkan durasi dan units per time dapat berubah.

Misalnya total pekerjaan suatu aktivitas adalah 50 units. Jika 1 pekerja menghasilkan 10 units per hari, maka durasi aktivitas adalah:

50 ÷ 10 = 5 hari

Jika ditambahkan pekerja kedua, total produksi per hari menjadi 20 units. Maka durasi berubah menjadi:

50 ÷ 20 = 2,5 hari

Dengan kata lain, total pekerjaan tidak berubah, tetapi penambahan resource membuat pekerjaan selesai lebih cepat. Tipe ini umum dipakai ketika durasi aktivitas memang sangat dipengaruhi jumlah tenaga kerja yang tersedia.

4. Fixed Units/Time

Pada tipe ini, units per time tetap, sementara durasi dapat berubah mengikuti jumlah resource.

Contoh:

  • 1 pekerja menghasilkan 10 units per hari
  • Total pekerjaan = 50 units

Dengan 1 pekerja, durasi aktivitas adalah 5 hari. Jika ditambah pekerja kedua, produksi per hari menjadi 20 units, sehingga durasi berkurang menjadi:

50 ÷ 20 = 2,5 hari

Secara praktis, tipe ini juga bersifat resource-driven, karena penambahan resource akan langsung memengaruhi lama pekerjaan.

Hubungan Duration Type dengan Jenis Kontrak

Walaupun Duration Type bukan bagian formal dari dokumen kontrak, dalam praktik lapangan pemilihannya sering disesuaikan dengan cara proyek dibayar. Inilah yang membuat pemahaman teknis terhadap Duration Type menjadi relevan juga dari sisi komersial.

Fixed Price Contract

Dalam Fixed Price Contract, kontraktor dibayar dengan harga tetap untuk menyelesaikan pekerjaan. Artinya, total biaya sudah disepakati sejak awal, sehingga penambahan resource tidak otomatis meningkatkan pembayaran.

Dalam kondisi seperti ini, planner umumnya lebih cocok menggunakan:

Fixed Duration and Units

Alasannya:

  • durasi aktivitas biasanya sudah ditetapkan,
  • total man-hours sudah diperhitungkan dalam harga kontrak,
  • penambahan resource hanya membagi pekerjaan, bukan menambah total jam kerja.

Pendekatan ini membantu menjaga stabilitas biaya proyek dan mencegah jadwal “terlihat” berubah akibat perubahan resource yang secara kontraktual tidak menambah nilai pembayaran.

Cost Reimbursement Contract

Pada Cost Reimbursement Contract, owner membayar biaya aktual yang dikeluarkan kontraktor, termasuk biaya tenaga kerja. Semakin banyak resource yang digunakan, semakin besar biaya yang bisa ditagihkan.

Untuk model seperti ini, planner sering menggunakan:

Fixed Duration and Units/Time

Karena:

  • durasi tetap mengikuti kebutuhan jadwal,
  • produktivitas tiap resource tetap,
  • penambahan resource meningkatkan total jam kerja,
  • kenaikan jam kerja selaras dengan kenaikan biaya proyek.

Model ini cocok untuk aktivitas yang durasinya harus dipertahankan, tetapi jumlah engineer atau tenaga ahli dapat bertambah sesuai kebutuhan teknis.

Time and Material Contract

Dalam Time and Material Contract, pembayaran didasarkan pada jumlah waktu kerja dan material yang benar-benar digunakan. Dalam skema ini, durasi aktivitas bisa berubah tergantung jumlah resource yang dialokasikan.

Untuk kondisi ini, tipe yang paling sering digunakan adalah:

  • Fixed Units
  • Fixed Units/Time

Keduanya cocok karena fokus utama ada pada effort kerja, sementara durasi dapat menyesuaikan kapasitas resource yang tersedia.

Contohnya, jika pekerjaan membutuhkan 40 man-hours:

  • 1 pekerja → 4 hari
  • 2 pekerja → 2 hari

Dengan demikian, jadwal lebih fleksibel dan mencerminkan kondisi aktual tenaga kerja di lapangan.

Contoh Penerapan pada Proyek Konstruksi

Agar lebih praktis, berikut contoh penerapan hubungan Duration Type dan kontrak pada proyek konstruksi.

1. Pengecoran Deck Jembatan

Untuk pekerjaan pengecoran deck, kontrak yang umum digunakan adalah Fixed Price Contract. Metode kerja biasanya sudah jelas, misalnya pengecoran cast in-situ dengan panjang deck tertentu dan durasi pelaksanaan 4 hari.

Walaupun tenaga kerja ditambah, aktivitas ini tidak selalu bisa dipercepat secara signifikan karena ada batasan metode kerja, tahapan pengecoran, dan waktu curing.

Duration Type yang paling cocok adalah:

Fixed Duration and Units

Misalnya:

  • durasi = 4 hari
  • tenaga kerja = 4 orang
  • produktivitas = 10 jam/hari

Jika jumlah pekerja dinaikkan menjadi 8 orang, Primavera hanya akan membagi jam kerja tanpa mengubah total pekerjaan atau durasi. Ini sejalan dengan karakter fixed price, di mana biaya pekerjaan telah ditentukan sejak awal.

2. Instalasi Railing Jembatan

Instalasi railing lebih sering bersifat Time and Material, terutama jika volume kerja dipengaruhi kondisi lapangan.

Misalnya total pekerjaan adalah 40 man-hours.

Jika hanya ada 1 pekerja dengan produktivitas 10 jam per hari, maka durasi pekerjaan adalah 4 hari. Jika ditambahkan pekerja kedua, produksi menjadi 20 jam per hari dan durasi turun menjadi 2 hari.

Dalam kasus ini, Duration Type yang cocok adalah:

Fixed Units

Tipe ini tepat karena total effort tetap, tetapi durasi bisa menyesuaikan sesuai jumlah tenaga kerja.

3. Pengujian Sistem SCADA

Pada proyek infrastruktur modern, pengujian sistem seperti SCADA sering menggunakan Cost Reimbursement Contract. Semua jam kerja engineer dibayar oleh owner, sehingga semakin banyak engineer yang terlibat, semakin besar biaya proyek.

Contoh:

  • durasi pengujian = 4 hari
  • 1 engineer bekerja 10 jam per hari

Maka total kerja adalah 40 jam. Jika ditambahkan engineer kedua, durasi tetap 4 hari, tetapi total jam kerja menjadi 80 jam.

Duration Type yang paling sesuai adalah:

Fixed Duration and Units/Time

Ini karena durasi harus tetap, sedangkan tambahan resource akan meningkatkan total effort dan biaya yang dapat ditagihkan.

4. Pekerjaan Finishing Struktur

Pekerjaan finishing seperti pengecatan, pemasangan panel, atau pekerjaan minor dapat berada dalam Fixed Price Contract, tetapi pada pekerjaan tambahan atau perbaikan sering juga menggunakan Time and Material.

Aktivitas finishing umumnya cukup sensitif terhadap jumlah tenaga kerja. Semakin banyak pekerja, semakin cepat pekerjaan selesai.

Duration Type yang cocok adalah:

Fixed Units/Time

Contoh:

  • produktivitas = 10 jam per hari
  • total pekerjaan = 40 jam

Jika dikerjakan 1 pekerja, durasi menjadi 4 hari. Jika dikerjakan 2 pekerja, durasi turun menjadi 2 hari. Karena produktivitas per orang tetap, sementara jumlah resource bertambah, Primavera akan menyesuaikan durasi secara otomatis.

Ringkasan Praktis

Secara umum, hubungan antara aktivitas, kontrak, dan Duration Type dapat dipahami sebagai berikut:

  • Pengecoran deckFixed PriceFixed Duration and Units
  • Instalasi railingTime and MaterialFixed Units
  • Pengujian SCADACost ReimbursementFixed Duration and Units/Time
  • Pekerjaan finishingResource-driven / T&MFixed Units/Time

Kesimpulan

Duration Type di Primavera P6 bukan sekadar pengaturan teknis, melainkan elemen penting yang menentukan bagaimana perubahan resource memengaruhi durasi aktivitas dan total jam kerja proyek.

Secara umum:

  • Fixed Duration and Units serta Fixed Duration and Units/Time cenderung schedule-driven
  • Fixed Units dan Fixed Units/Time cenderung resource-driven

Dalam proyek konstruksi, pemilihan Duration Type sebaiknya tidak hanya mempertimbangkan logika penjadwalan, tetapi juga memperhatikan:

  • metode kerja,
  • fleksibilitas resource,
  • dan model pembayaran kontrak.

Dengan memilih Duration Type yang tepat, planner dapat menghasilkan jadwal yang lebih realistis, lebih konsisten terhadap kondisi lapangan, dan lebih selaras dengan mekanisme biaya proyek.

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *