Menghitung Durasi Aktivitas Proyek Berdasarkan Produktivitas Resource

Dalam perencanaan jadwal proyek, salah satu langkah penting adalah mengestimasi durasi aktivitas secara realistis. Estimasi ini biasanya dilakukan dengan menggunakan data produktivitas resource, seperti tenaga kerja, peralatan, dan kapasitas produksi harian.

Setelah memahami konsep resource dan produktivitasnya, langkah berikutnya adalah menggunakan data tersebut untuk menghitung berapa lama suatu aktivitas proyek dapat diselesaikan.

Secara umum, terdapat dua metode utama untuk menghitung durasi aktivitas proyek berdasarkan produktivitas.

Dua Metode Estimasi Durasi Aktivitas

Ada dua pendekatan dasar yang biasa digunakan dalam menghitung durasi aktivitas proyek:

  1. Labor Hour Productivity Method
  2. Daily Production Rate Method

Kedua metode ini sebenarnya akan menghasilkan nilai durasi yang sama. Perbedaannya hanya pada pendekatan perhitungannya.

1. Labor Hour Productivity Method

Metode pertama adalah Labor Hour Productivity Method, yaitu metode yang menghitung durasi berdasarkan jumlah jam kerja tenaga kerja.

Langkah-langkah perhitungannya adalah sebagai berikut:

  1. Tentukan labor hours per unit (jumlah jam kerja yang diperlukan untuk menghasilkan satu unit pekerjaan).
  2. Kalikan nilai tersebut dengan total jumlah unit pekerjaan.
  3. Hasilnya adalah total labor hours yang dibutuhkan untuk menyelesaikan aktivitas.
  4. Bagi total labor hours dengan jumlah jam kerja yang tersedia per hari untuk mendapatkan durasi aktivitas.

Contoh Perhitungan

Misalkan pekerjaan excavation (galian) memiliki data berikut:

  • Produktivitas harian: 108 cubic yards per hari
  • Labor hours per unit: 0,148 jam (untuk menghasilkan 1 unit pekerjaan dibutuhkan 0,148 jam kerja tenaga kerja)
  • Volume pekerjaan: 675 cubic yards

Total labor hours dihitung sebagai berikut:

Total Labor Hours = Labor Hours per Unit × Total Quantity

Sehingga:

Total Labor Hours = 0,148 × 675 = ±100 jam

Jika satu crew memiliki 16 jam kerja per hari, maka durasi aktivitas adalah:

Durasi = Total Labor Hours / Available Labor Hours per Day

Sehingga:

Durasi = 100 / 16 = 6,25 hari

Jika jumlah crew ditambah menjadi dua, maka:

  • Jam kerja tersedia = 32 jam per hari

Durasi menjadi:

Durasi = 100 / 32 = 3,125 hari

Artinya dengan menambah crew, pekerjaan dapat diselesaikan lebih cepat.

2. Daily Production Rate Method

Metode kedua adalah Daily Production Rate Method, yaitu metode yang menghitung durasi berdasarkan kapasitas produksi harian.

Rumusnya lebih sederhana:

Durasi = Total Quantity / Daily Output

Menggunakan data yang sama:

Durasi = 675 / 108 = 6,25 hari

Jika jumlah crew digandakan, maka output harian juga meningkat dua kali lipat, sehingga durasi menjadi:

Durasi = 675 / 216 = 3,125 hari

Seperti yang terlihat, hasilnya sama dengan metode sebelumnya.

Namun dalam praktiknya, Labor Hour Productivity Method lebih sering digunakan karena lebih mudah mengintegrasikan berbagai faktor tenaga kerja.

Pentingnya Pembulatan Durasi

Dalam perhitungan durasi proyek, hasil perhitungan sering menghasilkan angka desimal seperti:

  • 6,25 hari
  • 3,125 hari

Namun dalam praktik proyek, biasanya durasi tersebut dibulatkan ke atas.

Contoh:

Hasil PerhitunganDurasi yang Digunakan
6,25 hari7 hari
3,125 hari4 hari

Pembulatan ini memberikan cadangan waktu (buffer) untuk mengantisipasi kondisi di lapangan seperti:

  • istirahat pekerja
  • maintenance alat
  • kondisi cuaca
  • keterlambatan kecil lainnya.

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produktivitas

Data produktivitas tidak selalu bersifat tetap. Banyak faktor yang dapat mempengaruhi produktivitas suatu aktivitas, misalnya:

  • kondisi tanah
  • kompleksitas pekerjaan
  • ketersediaan alat
  • pengalaman tenaga kerja
  • kondisi cuaca

Sebagai contoh, pekerjaan formwork menggunakan plywood akan memiliki produktivitas yang berbeda tergantung jumlah penggunaan material tersebut. Jika plywood digunakan berulang kali pada elemen struktur yang sama, maka pekerjaan akan menjadi lebih cepat karena pekerja sudah familiar dengan bentuk dan ukuran pekerjaan.

Baca juga: Mengatur Time Periods di Primavera P6 Agar Durasi Proyek Lebih Akurat

Aktivitas dengan Banyak Jenis Pekerjaan

Dalam beberapa kasus, satu aktivitas proyek dapat terdiri dari beberapa jenis pekerjaan sekaligus.

Contohnya pada instalasi pipa PPR pada sebuah lantai gedung. Meskipun terdapat beberapa jenis pipa dengan ukuran berbeda, proyek mungkin hanya memiliki satu aktivitas instalasi pipa PPR untuk setiap lantai.

Dalam kondisi seperti ini:

  1. Hitung labor hours untuk setiap jenis pekerjaan.
  2. Jumlahkan seluruh labor hours tersebut.
  3. Gunakan total labor hours untuk menghitung durasi aktivitas.

Menentukan Ukuran Crew yang Tepat

Menambah jumlah tenaga kerja memang dapat mempercepat pekerjaan, namun tidak selalu efektif.

Penentuan jumlah crew harus mempertimbangkan beberapa faktor seperti:

  • luas area kerja (work front)
  • ketersediaan material
  • kapasitas peralatan
  • biaya tambahan tenaga kerja

Sebagai contoh, pada pembangunan gedung tinggi biasanya digunakan tower crane untuk mengangkut material ke lantai atas.

Jika kapasitas tower crane terbatas, maka menambah jumlah tenaga kerja tidak akan meningkatkan produktivitas secara signifikan karena material tetap harus menunggu giliran pengangkutan.

Fenomena Learning Curve dalam Produktivitas

Dalam proyek konstruksi, terdapat fenomena yang disebut Learning Curve atau kurva pembelajaran.

Pada awal proyek:

  • pekerja masih beradaptasi dengan lingkungan kerja
  • produktivitas cenderung lebih rendah

Namun seiring waktu:

  • pekerja menjadi lebih familiar dengan pekerjaan
  • koordinasi tim meningkat
  • produktivitas semakin tinggi

Produktivitas biasanya meningkat hingga mencapai titik stabil.

Oleh karena itu, produktivitas pada awal proyek dan tahap akhir proyek bisa berbeda.

Pentingnya Konsultasi dengan Tim Proyek

Sering kali perusahaan menunjuk seorang planner atau scheduler untuk menyusun jadwal proyek secara keseluruhan.

Namun planner tidak selalu memiliki keahlian di semua bidang pekerjaan proyek.

Contohnya:

  • planner dengan latar belakang sipil
  • harus mengestimasi pekerjaan mekanikal atau elektrikal

Dalam kondisi seperti ini, sangat disarankan untuk berkonsultasi dengan:

  • subcontractor
  • site engineer
  • project manager
  • tenaga lapangan

Dengan demikian estimasi durasi yang dihasilkan akan lebih realistis.

Kesimpulan

Menghitung durasi aktivitas proyek berdasarkan produktivitas merupakan langkah penting dalam proses perencanaan jadwal proyek.

Dua metode utama yang dapat digunakan adalah:

  • Labor Hour Productivity Method
  • Daily Production Rate Method

Selain metode perhitungan, beberapa faktor lain juga harus dipertimbangkan seperti:

  • kondisi lapangan
  • ukuran crew
  • kapasitas peralatan
  • learning curve tenaga kerja

Dengan memahami faktor-faktor tersebut, seorang planner dapat membuat estimasi durasi aktivitas yang lebih akurat dan realistis, sehingga jadwal proyek dapat berjalan sesuai rencana.

edwinls

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *